Kekeringan Mulai Melanda Malang, BPBD Siagakan Distribusi Air Bersih untuk Belasan Desa

Malang | KabarMalang– Musim kemarau yang mulai memasuki puncaknya membawa dampak serius bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menetapkan status siaga darurat kekeringan setelah sedikitnya 13 desa di enam kecamatan dipetakan sebagai daerah rawan krisis air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan status siaga darurat diberlakukan sejak 15 Juli hingga September 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Enam kecamatan yang masuk dalam peta rawan kekeringan meliputi Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur, dan Donomulyo. BPBD telah menyiapkan armada truk tangki air, tandon, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi agar distribusi air bersih dapat dilakukan dengan cepat ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Dampak kekeringan mulai dirasakan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Debit air dari sumur dan mata air warga dilaporkan terus menurun hingga tinggal sekitar 30 persen dari kondisi normal. Akibatnya, puluhan kepala keluarga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk menggunakan air secara hemat serta segera melaporkan apabila pasokan air di lingkungan mereka semakin menipis. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan air bersih sebelum kondisi berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Malang bersama BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang biasanya meningkat selama musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *