Sidoarjo – Program Studi S1 Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengusung tema “Rebranding Wisata Susur Sungai di Desa Gisik Cemandi”. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, bertempat di Balai Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata berbasis sumber daya lokal.


Caption Foto: Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Hang Tuah bersama peserta Pengabdian kepada Masyarakat yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan Karang Taruna Desa Gisik Cemandi dalam kegiatan “Rebranding Wisata Susur Sungai di Desa Gisik Cemandi”, Rabu (1/7/2026).
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri atas unsur Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan Karang Taruna Desa Gisik Cemandi. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Desa Gisik Cemandi, Bapak Alimin, yang memberikan apresiasi atas kontribusi Universitas Hang Tuah dalam mendampingi pengembangan potensi wisata desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gisik Cemandi menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong inovasi pembangunan desa. Menurutnya, potensi wisata susur sungai yang dimiliki Desa Gisik Cemandi perlu didukung dengan strategi pengelolaan dan promosi yang lebih terarah agar mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan ini difasilitasi oleh tim dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Hang Tuah yang terdiri atas:
• Dr. Agus Wahyudi, S.IP., M.IP.
• Sasmito Jati Utama, S.Sos., M.AP.
• Moh. Musleh, S.AP., M.AP.
• Dr. Suprayitno Paendri D., S.E., S.Sos.I., M.A.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat, yaitu:
• Ratu Noer Fazria
• Nabila Elvashahwa
• Tsaniyah Wulandari
Dalam sesi pemaparan materi, tim pengabdian menjelaskan bahwa rebranding destinasi wisata merupakan strategi membangun identitas baru suatu destinasi agar memiliki citra yang lebih kuat, menarik, dan kompetitif. Rebranding tidak hanya berorientasi pada perubahan logo atau slogan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan, penguatan kelembagaan, promosi digital, hingga penyusunan pengalaman wisata yang lebih berkesan bagi pengunjung.
Caption Foto: Tim dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Hang usai pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Rebranding Wisata Susur Sungai di Desa Gisik Cemandi”.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pendampingan mengenai strategi membangun citra destinasi wisata, penyusunan paket wisata berbasis potensi lokal, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, serta penguatan kapasitas organisasi pengelola wisata. Seluruh materi dirancang untuk mendukung pengembangan Wisata Susur Sungai Gisik Cemandi sebagai destinasi yang memiliki identitas kuat dan mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya di Kabupaten Sidoarjo.
Sesi diskusi berlangsung secara aktif. Peserta dari POKDARWIS dan Karang Taruna menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari promosi, penguatan kelembagaan, pengelolaan atraksi wisata, hingga strategi menarik minat wisatawan. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program pendampingan lanjutan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Hang Tuah berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata lokal. Rebranding yang dilakukan diharapkan mampu memperkuat identitas Wisata Susur Sungai Desa Gisik Cemandi, meningkatkan daya saing destinasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
