MALANG – Puluhan siswa SD Negeri (SDN) Klepu 2, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala setelah atap dua ruang kelas di sekolah tersebut ambrol dan dinilai membahayakan keselamatan.
Kerusakan terjadi pada dua ruang kelas yang digunakan siswa kelas IV dan V dengan total 37 murid, terdiri dari 18 siswa kelas IV dan 19 siswa kelas V. Demi menjaga keselamatan peserta didik, pihak sekolah langsung mengunci kedua ruang kelas yang terdampak dan memindahkan sementara proses pembelajaran ke musala yang berada di belakang sekolah.
Kepala SDN Klepu 2, Edi Iswanto, menjelaskan kerusakan dipicu rapuhnya balok kayu penyangga atap yang telah termakan usia. Kondisi tersebut diperparah oleh kebocoran saat hujan serta guncangan gempa yang terjadi pada awal Juli 2026, sehingga plafon berbahan asbes akhirnya ambrol.
Menurut Edi, bangunan yang terdampak merupakan satu blok yang terdiri atas lima ruang kelas. Rehabilitasi terakhir dilakukan pada 2012 sehingga pihak sekolah khawatir kerusakan struktur dapat meluas ke ruang kelas lainnya apabila tidak segera ditangani.
Pihak sekolah telah mengajukan proposal rehabilitasi lima ruang kelas kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Dinas Pendidikan juga telah melakukan peninjauan ke lokasi dan disebut telah memprioritaskan usulan perbaikan, namun masih menunggu kepastian anggaran.
Sekolah berharap pemerintah dapat segera merealisasikan perbaikan gedung agar para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak. Selama proses perbaikan belum terlaksana, kegiatan belajar mengajar akan tetap berlangsung di musala sebagai solusi sementara demi keselamatan seluruh siswa.
(Red)
